Rabu, 02 Mei 2012

Diperkosa Guru bag 3


ini adalah seri terakhir drama perkosaan Edna, si-gadis malang berkacamata. Seperti biasa, untuk mengurai cerita sebelumnya yang perlu pembaca ketahui, dibawah adalah penggalan cerita bagian ke-II : "cerita cerita seks guru pesta ngentot, perkosa siswinya".

Lalu Pak Candan memposisikan tubuh Edna menungging. Sesekali tangan Pak Candan mengelus-elus pantat Edna dan sesekali meremas payudara Edna dari belakang. Melihat keadaan Edna seperti itu, pak Candan semakin bersemangat mengebor liang Memek Edna. Memek Edna masih sangat sempit. Kemudian Pak Tayen menampar payudara Edna yang kiri dan kanan berkali-kali, sehingga payudara Edna berwarna kemerahan dan membuat Edna merasa perih dan kesakitan. Kemudian Pak Ustin berlutut di belakang pantat Edna dan mulai mencoba memasukkan Kontolnya ke lubang anus Edna yang sangat sempit. Bener kata Pak Candan" Kata Pak Ustin. Kini Edna dipaksa mengulum dan menjilat Kontol Pak Sarngin. Ia berada dibelakang Edna dengan posisi menghadap punggung Edna. Pak Ustin merasa Kontolnya lecet didalam pantat Edna. Seperempat jam lamanya Pak Ustin menyodomi Edna, waktu yang lama bagi Edna yang semakin tersiksa itu. Edna berteriak-teriak kesakitan. Dan Pak Sarngin menyemburkan pejunya di dalam mulut Edna.

Baca full story nya disini: cerita---dewasa.blogspot.com/2011/10/cerita-cerita-seks-guru-pesta-ngentot.html
Setelah Pak Ustin mencabut Kontolnya dari anus Edna, lalu Pak Pangor mengambil kursi dan duduk di atasnya. Dia menarik Edna mendekati dan mengangkat tubuh Edna lalu memposisikan mengangkangi Kontolnya menghadap dirinya. Pak Pangor kemudian mengarahkan Kontolnya ke Memek Edna, dan kemudian memaksa Edna untuk duduk di atas pangkuannya, sehingga seluruh Kontol Pak Pangor langsung masuk ke dalam Memek Edna.

"Aohh, oouuhh, sakii..itt, udahh, Paak, ngiluu paakk", Edna mengerang kesakitan.
Setelah itu, Edna dipaksa bergerak naik turun, sementara Pak Pangor meremas dan menjilati kedua payudara dan puting payudara Edna. Sesekali Pak Pangor menyuruh Edna untuk menghentikan gerakannya untuk menahan orgasmenya. Pak Pangor dapat merasakan Memek Edna berdenyut-denyut seperti memijat Kontolnya, dan dia juga dapat merasakan kehangatan Memek Edna yang sudah basah.

Pak Pangor masih belum puas. Dia memiringkan tubuh Edna lalu mengangkat kaki kanan Edna ke bahunya dan mulai menyodok-nyodokan Kontolnya di liang kemaluan Edna. Edna menahan sakit bercampur nikmat itu dengan menggigit bibirnya sendiri hingga berdarah, wajahnya yang sudah penuh air mata dan memar bekas tamparan itu tidak membuat iba gurunya itu. Pak Pangor tanpa kenal ampun berkali-kali menghujamkan senjatanya dengan sepenuh tenaga. Temannya yang gendut itu juga menjilati payudara Edna yang bergoyang-goyang akibat irama pinggul Pak Pangor, lidahnya bermain-main di ujung putingnya yang sudah sangat keras. Pak Pangor tidak dapat bertahan lama, karena dia sudah sangat terangsang sebelumnya ketika melihat Edna diperkosa oleh para rekannya, sehingga dia langsung memuncratkan spermanya kedalam Memek Edna. Edna kembali merasakan kehangatan yang mengalir di dalam Memeknya.

Selanjutnya, Pak Gatot yang mengambil giliran untuk memperkosa Edna. Dia menarik Edna dari pangkuan Pak Pangor, kemudian dia sendiri tidur telentang di lantai. Edna disuruh untuk berlutut dengan kaki mengangkang di atas Kontol Pak Gatot. Kemudian secara kasar Pak Gatot menarik pantat Edna turun, sehingga Memek Edna langsung terhunjam oleh Kontol Pak Gatot yang sudah berdiri keras.

"Akkhh, aakkhh, oogghh,". teriakan memilukan keluar dari mulut Edna.
Kontol Pak Gatot, yang jauh lebih besar daripada Kontol-Kontol sebelumnya meskipun tubuhnya pendek yang memasuki Memek Edna, masuk semuanya ke dalam Memek Edna, membuat Edna kembali merasakan kesakitan karena ada benda keras yang masuk jauh ke dalam Memeknya. Edna merasa Memeknya dikoyak-koyak oleh Kontol Pak Gatot. Pak Gatot memaksa Edna untuk terus menggerakkan pinggulnya naik turun, sehingga Kontol Pak Gatot dapat bergerak keluar masuk Memek Edna dengan leluasa. Kedua Payudara Edna besar menggantung bebas, naik turun seirama tubuhnya.

Kemudian Pak Gatot menjepit kedua puting payudara Edna dan menariknya ke arah dadanya, sehingga kini payudara Edna berhimpit dengan dada Pak Gatot. Pak Gatot benar-benar terangsang saat merasakan kedua payudara Edna yang kenyal dan hangat menempel rapat ke payudaranya. Melihat posisi seperti itu, Pak Ustin melepas ikat pinggangnya dan mulai mencambuk punggung dan bongkahan pantat Edna beberapa kali.

"Akkhh, aakhh, damn, shitt", Edna kembali merasakan perih luar biasa pada punggung, pantat, dan pahanya.
Cambukan Pak Ustin sangat keras sehingga membuat garis lurus merah di kulit punggung pantat, dan paha Edna.

Walaupun cambukan itu tidak terlalu keras, namun Edna tetap merasakan perih dan panas di punggung dan pantatnya, sehingga dia berhenti menggerakkan pinggulnya. Merasakan bahwa gerakan Edna terhenti, Pak Gatot marah. Kemudian dia mencengkeram kedua belah pantat Edna dengan tangannya, dan memaksanya bergerak naik turun sampai akhirnya Edna menggerakkan sendiri pantatnya naik turun secara refleks. Pak Gatot mencengkram pinggul Edna, lalu membuat goyangan memutar sehingga ia merasakan sensasi luar biasa dengan goyangan mengebor Edna itu.

"Oohh, sshh, shh", Pak Gatot mendesah kenikmatan, sambil merasakan pantat Edna yang empuk basah menduduki selangkanganya.
Ketika Pak Gatot hampir mencapai klimaks, dia memeluk Edna dan berguling, sehingga posisi mereka kini bertukar, Edna tidur di bawah dan Pak Gatot di atasnya. Sambil mencium bibir Edna dengan sangat bernafsu dan meremas payudara Edna, Pak Gatot terus menggenjot Memek Edna. Tidak lama kemudian gerakan Pak Gatot terhenti. Pak Gatot mencabut Kontolnya keluar dari Memek Edna dan segera menyemprotkan spermanya di sekitar bibir Memek Edna. Kemudian dia menarik tangan kanan Edna dan memaksa Edna untuk meratakan sperma yang ada di sekitar Memeknya dengan tangannya sendiri.

Setelah itu Pak Heru, guru kimianya maju mengambil giliran memperkosa Memek muridnya Edna. Ia mengangkat kedua kaki Edna dan menyandarkannya diatas bahunya, Pak Heru menempelkan kepala Kontolnya di mulut Memek Edna. Dengan kasar Pak Heru menyodokkan Kontolnya dengan keras kedalam liang peranakan Edna. Lalu ia mulai menggenjotnya. Hampir sepuluh menit Pak Heru memompa Memek Edna dengan kasar, membuat Memek Edna semakin terasa licin dan longgar. Sebelum mencapai puncaknya, Pak Heru mencabut Kontolnya dari Memek Edna dan memaksa Edna untuk membuka mulutnya lebar-lebar untuk menampung spermanya. Setelah itu, Pak Heru memaksa Edna untuk berkumur dengan spermanya dan kemudian menelannya. Semua orang disitu tertawa senang melihat itu, sementara Edna menahan jijik dan rasa malu yang luar biasa karena diperlakukan dengan hina seperti itu. Kini wajah Edna terlihat gelagapan oleh sperma milik Pak Heru.

Semua posisi yang mungkin dibayangkan dalam hubungan seks sudah dipraktekkan oleh para Guru Edna terhadap tubuh Edna. Kali ini Edna tidak kuat lagi menahan orgasmenya yang ke 20, dan dia mengalami orgasme hebat, namun tidak sehebat yang pertama. Cairan Memeknya sudah mulai habis. Rongga Memeknya mulai mengering, karena cairan Memeknya sudah hampir habis dkeluarkan. Edna merasakan sakit luar biasa pada rongga Memeknya. Ditambah Kontol para gurunya yang tak henti-hentinya menyodok dan menggesek rongga Memeknya yang kering, sehingga membuat rongga Memeknya lecet dan sobek. Hanya darah dari luka di rongga Memeknya lah yang membasahi daging kemaluannya dan burung yang tengah bersarang didalamnya.

Setelah delapan gurunya selesai memperkosa dirinya untuk kesekian kalinya, Edna akhirnya pingsan karena kecapaian dan karena kesakitan yang menyerang seluruh tubuhnya terutama di Memek, anus dan juga kedua buah payudaranya. Edna telah diperkosa habis-habisan selama kurang lebih 7 jam oleh guru-gurunya. Dan semua kejadian itu direkam oleh Pak Candan. Lebih-lebih ketika posisi kedua tangan Edna yang terikat digantung keatas. Pak Andi menjilati dan menciumi ketiak Edna.

"Mmuuahh, ketek lo bagus banget sih, rasanya asin tapi gurih dan baunya haruumm"
Liur pak Andi membasahi ketiak Edna. Edna kembali disetubuhi dari 2 arah tentu saja lubang anus dan Memeknya. Edna kini hanya bisa menggigit bibir sambil kakinya menendang-nendang ke segala arah, sambil sesekali seperti orang mengejan.

"Ouughh, arrkhh, ouhh, udah paa..ak perih, sakiitt, ouughh, aa, akh"
Edna terus berontak seperti orang kesetanan. Karena pantat Edna mulai mengering, Pak Andi kembali membasahi pantat Edna dan batang Kontolnya sendiri dengan minyak goreng agar licin. Pak Andi menyodomi Edna untuk ke 4 kalinya. Dilanjutkan dengan Pak Ustin lagi, yang senang sekali main sodomi. Apalagi dapat pantat semontok pantat Edna, ia semakin bernafsu menghancurkan anus Edna (Anal Destruction).

Kemudian mereka kembali menelentangkan Edna di lantai, lalu mereka maju semua mencari bagian-bagian tubuh Edna yang bisa di gunakan untuk memuaskan kontol kontol mereka. Pak Ustin memasukkan Kontolnya ke dalam mulut Edna, dan memaksa mengulumnya. Pak Candan menyarangkan Kontolnya ke dalam memek Edna yang berdarah-darah. Pak Andi melesakkan Kontolnya yang super besar dan panjang itu ke dalam lobang pantat Edna yang sudah hancur. Pak Gatot menjepitkan Kontolnya di antara belahan payudara Edna, kemudian menggosok-gosoknya sambil memelintir dan menarik puting payudara Edna yang coklat mungil dan membengkak. Pak Sarngin menaruh Kontolnya di tengah-tengah ketiak kanan Edna yang gemuk putih dengan beberapa helai rambutnya, lalu menjepitnya dan memaju mundurkan Kontolnya di dalam jepitan ketiak Edna. Sedangkan Pak Tayen melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Pak Sarngin dengan Menjepitkan Kontolnya ke ketiak Edna yang sebelah kiri. Sedangkan Pak Heru Meraih tangan kanan Edna, kemudian memaksa tangannya mencengkram Kontolnya lalu membantu tangan Edna untuk mengocoknya. Yang terakhir yaitu Pak Pangor, melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Pak Heru dengan tangan Kiri Edna.

Akhirnya Edna yang sudah tidak kuatpun pingsan, dengan Memek dan anusnya yang dalam keadaan rusak parah, dan terus mengeluarkan darah, sisa sperma, dan sisa cairan Memek dan pantatnya. Kedua payudaranya bengkak memerah dan lecet-lecet, puting payudaranya yang coklat mungil sobek. Darah dan sperma berceceran dimana-mana. Sudah puas para guru tersebut, mereka membersihkan diri lalu meninggalkan tubuh Edna yang bugil dan berlepotan darah dan sperma dalam keadaan pingsan.
 
Setelah para guru guru gila itu pergi, muncullah beberapa siswa pria di sekolah Edna yang diam-diam mengikuti gurunya. Rupanya rencana mereka (para guru rusak) itu terendus oleh para teman-teman lelaki Edna, dan merekapun ber-sembilan sepakat untuk menguntit rencana hebat para gurunya. Ketika menemui tubuh Edna yang pingsan dalam keadaan telanjang bulat. Mereka mulai memperkosa tubuh Edna yang masih tidak sadar. Satu diantara mereka menelepon teman-temannya di sekolah. Sekitar 20 menit kemudian datanglah sekitar 40 siswa laki-laki di sekolah Edna. Lalu mereka mulai menikmati tubuh Edna secara bergantian ataupun bersama-sama. Ketika sadar, Edna hanya bisa teriak dan memohon, ia tidak punya cukup tenaga untuk melawan. Ia hanya bisa menyaksikan dirinya diperkosa oleh teman-temannya sendiri. Teman-temannya yang sudah lama bermimpi bisa menyetubuhi Edna, akhirnya tercapai juga.

Setelah puas semua, mereka meninggalkan tubuh Edna yang pingsan lagi untuk kesekian kalinya. Liang Memeknya sudah menganga sangat lebar, merah membengkak, dan sudah tidak berbentuk lagi. Dengan darah segar yang terus mengalir dari liang Memeknya. Liang pantatnya pun sudah sangat lebar dengan keadaan rusak parah dengan bentuk berantakan, dengan darah, sperma dan cairan kekuningan yang keluar terus menerus dari liang pantatnya. Dan dari sela-sela bibirnya mengalir sperma dan air liur dari dalam mulutnya. Wajahnya tetap cantik dengan masih mengenakan kacamata selama ia diperkosa. Tetapi menampakkan penderitaan yang begitu berat.


Karena merasa kasihan, beberapa temannya mengantarkan Edna ke kostnya. Edna selalu merasakan perih dan rasa sakit yang teramat sangat ketika ia harus buang air kecil. Karena liang pengeluaran air seninya masih bengkak dan agak tertutup lipatan daging mulut Memeknya yang sobek. Dan juga ketika buang air besar, karena lobang pantatnya membuka sangat lebar dan belum mau menutup kembali. Jadi setiap saat, anusnya mengeluarkan kotorannya tanpa Edna sadari.

Setelah peristiwa tersebut, Edna si-gadis malang berkacamata itu terus mengunci diri didalam kamar kostnya. Diam membisu ketika ditanyai oleh teman ataupun keluarganya. Beberapa hari kemudian Edna pulang ke kota asalnya di Bogor, dan kembali ke lingkungan keluarganya. Edna mengalami shock berat, dan tidak bisa melanjutkan sekolahnya. Sementara para guru yang memperkosa Edna, bebas beraktivitas karena Edna tidak berani memberi kesaksian. Edna terperangkap dalam trauma perkosaan selama hidupnya. Sedangkan para guru yang memperkosanya masih sibuk mencari mangsa siswinya yang lain.


***
The End!

1 komentar: