Rabu, 02 Mei 2012

Ngentotin Mama bag 2

Aku senang sekali mendengar perkataan mamaku.

  • Baiklah, tapi mama juga harus janji, mama mau mengajari aku yah, juga mau menuruti semua keinginanku dalam melakukan ngentot sama mama, kalau aku mau mama begini atau mama begitu seperti di video porno atau film bokep yang aku lihat, mama nggak boleh protes ya.
  • Mama benar–benar tipe Wanita idamanku, tinggi, cantik, berPayudara besar, memiliki jembut memek yang lebat, tapi ada satu yang kurang, kuharap mama mau melakukannya, karena aku senang dan suka sekali.
  • Apa itu Jhoni sayang ?
  • Jhoni mau mama mulai memelihara bulu ketek, jangan mama kerok atau cabuti, tidak perlu lebat ma, karena Jhoni suka sekali dengan bulu ketek, bagi Jhoni itu sangat merangsang dan menggairahkan. Kalau dirawat kan tidak bau, apalagi mama yang rajin merawat tubuh. Pokoknya mama harus menuruti permintaan ini ya.
  • Tentu sayang, pasti mama turuti, mulai sekarang mama akan membiarkan bulu ketek mama tumbuh demi kamu. Senang dan bahagia sekali mama, karena tubuh mama ternyata sesuai dengan keinginan kamu. Rasanya mama kembali muda.
Lalu kami kembali berpelukan, malam itu aku kembali menggarap Memek mamaku 2 kali lagi.

Mama berbaring di sampingku, telanjang, tertidur pulas. Aku masih belum tertidur. Masih berpikir atas apa yang baru kualami, sedikit tidak percaya akan semuanya. Tapi sudahlah, semua yang kuinginkan sudah kudapat, mamaku puas, aku puas. Bagiku apa yang kami lakukan adalah jalan kami bersama, kami yang merasakan, tidak ada penyesalan, tidak ada orang lain yang dirugikan. Rasanya bahagia sekali.....
Tanpa terasa sudah hampir 2 bulan, aku menjalani babak baru kehidupan dengan mamaku. Aku juga sudah semakin pandai saja dalam urusan Seks. Mama benar–benar membimbing aku untuk memahami tekhnik dan juga cara memuaskan seorang Wanita dalam hal berhubungan badan. Semua yang selama ini hanya bisa kufantasikan dan kusaksikan lewat film saja, kini dapat kupraktekkan secara langsung. Mama selalu ada dan menjadi pembimbingku yang seksi dan menggairahkan, selain itu memang mama seperti mendapatkan diriku sebagai oase baginya guna menyegarkan semua dahaga seksnya yang lama terpendam.

Namun sedikit banyak aku berpikir betapa tololnya papaku meninggalkan Wanita sehebat dan seseksi mama, tadinya aku berpikir mungkin karena mama adalah tipe yang kolot dan konvensional, tapi ternyata tidak. Aku sendiri juga kaget karena untuk urusan seks, mamaku ternyata hebat dan RUAR biasa, selalu berusaha memenuhi dan memuaskan keinginan pasangannya. Buktinya semua keinginanku selalu diturutinya. Mama bercerita dulupun dia selalu berusaha memenuhi keinginan papaku, menonton Film Bokep punya papa untuk mempelajari posisi dan hal yang bisa menyenangkan pasangannya. Ah...persetan dengan ketololan papaku, sekarang ada aku yang bisa membahagiakan mama.


Hidup yang sekarang kujalani sangatlah indah. Kecuali saat kak Lisa pulang saja, aku harus menahan diri. Untuk tidur di kamar mama sih nggak masalah, karena kak Lisa tahu, dari dulu aku suka kadang–kadang suka tidur di kamar mama, tapi sekarang dia tidak tahu, kami bukan hanya sekedar tidur. Kalau tidak ada kak Lisa, aku dan mama benar – benar memuaskan hasrat ngentot kami sepuasnya. Kapanpun aku mau, aku tinggal lakukan. Saat mama di dapur, di kolam renang, di meja makan, saat aku mau, tinggal kusodok saja Memek mamaku, dan mama juga tidak pernah menolak.

Bahkan kalau saat sedang mengantar mama pergi dan aku mau, mama akan membuka resleting celanaku dan meng-Oral aku, sementara aku tetap menyetir. Kadang kalau malam minggu atau hari libur, aku dan mama berjalan–jalan ke mall, makan di luar, nonton bioskop, kayak anak muda yang berpacaran saja.

Yang pasti aku tidak perlu takut mama akan hamil, walau usia mama saat aku mulai menyetubuhinya memasuki usia 32 tahun dan masih memungkinkan hamil, namun aku tak perlu khawatir. Mama bilang saat bercerai dulu mama sudah memasang spiral KB, sewaktu mama berhubungan denganku pertama kalinya, besoknya mama kembali memeriksakan spiralnya dan memasang ulang untuk memastikan keamanannya. Mama bilang dia sebenarnya tidak keberatan kalaupun nantinya bisa hamil, namun dia bilang daripada jadi omongan orang, pertanyaan Kak Lisa, belum lagi karena mama bekerja, maka sebaiknya pasang alat pengaman saja. Selain itu kata mama dia mau aku menikmati saat berhubungan, kan nggak adil kalau mama bisa enak orgasme, sementara aku harus mencabut Kontol ku saat aku mau klimaks Cuma untuk mengeluarkan spermaku karena takut mama hamil, mama mau aku juga nikmat dan mengeluarkan spermaku di dalam lubang Memeknya. Lagipula mama juga lebih enak kalau aku keluar di dalam, katanya rasanya nikmat saat spermaku menyemprot dinding Memeknya. Duh senang dan terharunya aku, mamaku begitu memperhatikan hal itu, mau aku mengalami kenikmatan seutuhnya.

Bagiku mama bukanlah Wanita murahan atau gampangan, mama rela dan memberikan semuanya kepadaku karena mama merasa nyaman dan aman. Aku menyadari mama sangat peduli dan selalu berusaha memuaskan pasangannya, dalam hal ini aku, bila mama mengalami kenikmatan, maka mama juga mau hal yang sama untuk aku. Kita tidak bisa menilai Wanita hanya dari luarnya saja, terkadang Wanita contohnya mamaku yang kalau sehari – hari terlihat sopan dan santun, namun saat di atas ranjang, mempunyai sisi lain yang bisa membuat kita tercengang dan puas. Mamaku benar – benar berkelas. Tidak merasa sungkan atau canggung membicarakan atau memenuhi keinginanku, karena seks yang nikmat adalah bila pasangan yang melakukannya sama – sama mengerti dan tahu keinginan masing – masing dan mau terbuka mengatakan hal yang kurang atau membuat sakit pasangannya, atau pura – pura suka padahal tidak pada gaya ini atau gaya itu. Seks yang kami lakukan selalu terasa panas dan nikmat karena kami selalu berusaha memberi dan menerima dengan sepenuh hati.

Mama sendiri mengatakan bahwa untuk urusan seks, aku memiliki stamina dan daya tahan yang kuat, bahkan mama suka kewalahan, tapi mama senang karena selalu mengalami kepuasan berkali – kali setiap melakukan hubungan seks. Mama merasa gairahnya yang sempat padam kini menyala kembali dan bisa disalurkan. Apalagi kalau sedang berhubungan dan aku sudah keluar, Kontol ku juga cepat lagi bangunnya, mungkin karena aku masih muda. Kalau hanya ada kami saja di rumah, mama selalu memakai baju tidurnya yang seksi, kadang hanya mengenakan kutang dan CelanaDalam, tapi seringkali aku meminta mama untuk telanjang saja. Biasanya kalau ada teman yang mau datang aku bilang dulu ke mama atau menelepon dahulu, biar mama memakai busana yang sopan, kan nggak lucu kalau temanku datang mendapatkan mama yang memakai baju seksi. Mama selalu menuruti keinginan dan fantasi yang aku miliki, terkadang aku membawa laptopku dan menonton film BF yang aku download dari internet untuk memberitahu bahwa aku ingin gaya seperti inu atau begitu, juga tidak menolak saat aku mau merekam saat kami sedang berhubungan, alasanku karena aku mau menontonnya di lain waktu, mama tidak keberatan karena tahu aku nggak bakal memperlihatkan ke orang lain, hanya unuk konsumsi aku dan mama saja (Lagipula memangnya aku gila apa, memamerkan film kayak gini ke orang lain, bisa heboh dong). Singkat kata mama selalu berusaha menuruti semua hasrat dan fantasiku, karena mamapun menikmatinya. Mungkin ini yang disebut puber kedua pada diri mama. Suatu hari saat mama dan aku sedang libur, aku meminta mama untuk melakukan masturbasi dan juga main – main dengan Kontol Vibrator...

Aku duduk di sofa seberang, mengelus – ngelus dan memainkan Kontol ku , mataku tak lepas pada pemandangan panas di sofa di seberangku. Mamaku yang dalam keadaan bugil, posisinya rebahan, kedua kakinya membuka lebar, memperlihatkan Memeknya yang tebal, rambut kemaluan yang tebal menambah keindahannya. Tangannya menuju ke arah Memeknya, mengelus – ngelus permukaan Memeknya, memainkan jembut kemaluannya, lalu jarinya mulai membuka lebar Memek tersebut, tangan yang satu lagi segera memainkan itilnya, menggosok – gosok dan mengurut secara cepat itilnya. Mulutnya mendesah dan matanya merem melek, nampaknya menikmati sekali. Aku menyaksikannya dengan amat senang, Kontol ku berdenyut – denyut keras, tegang sekali.
  • Ooohhh...Ahhhh...
  • Ahhhh.......

desahan mama semakin keras, pinggul mama bergoyang semakin cepat, jarinya makin cepat memainkan itilnya...Payudaranya yang besar nampak bergoyang dengan indahnya. Tak lama kemudian mama berhenti sebentar dan mengambil vibrator di sebelahnya, lalu memandangku, sambil memandangku mama mulai menjilat dan memainkan vibrator itu di mulutnya. Ugh...benar–benar merangsang aku. Lalu vibrator itu dimainkan ke sekitar Payudaranya. Senang sekali aku melihatnya. Kini vibrator itu mulai diarahkan ke lubang Memeknya, Jleb...masuk ke dalam Memek mama. Mama mengocok–ngocok vibrator itu, sekali – kali memainkan pengatur getaran di ujungnya. Mendesah dan menggeliat – geliat, sementara tangannya secara cepat memainkan vibrator tersebut. Sekali–kali terdengar suara getaran dari vibrator tersebut.

Aku terus melihat adegan tersebut, mataku terpaku ke arah Memek mama yang indah, benar – benar merangsang, belum lagi desahan dan ekspresi wajah mama yang sangat menikmati. Akupun bangkit dan pindah ke samping mama. Sementara mama tetap melanjutkan bermain dengan vibrator. Tanganku mulai meremas – remas Payudara mama. Sekali – kali kupilin putingnya. Lalu tanganku bergerak ke bawah, aku mulai membelai rambut kemaluan mama yang lebat itu, lalu tanganku mulai memainkan dan mengusap – ngusap itil mama dengan cepat. Sementara mama tetap mengocok vibrator itu dalam lubang Memeknya. Lama – lama gerakan pinggul mama semakin cepat, jemariku juga makin lincah memainkan itil mama. Diiringi desahan nikmat mama mengalami orgasme. Lemas...
  • Oohhh...lemas sekali.
  • Tapi enakkan mamaku sayang.
  • Iya sih, kamu ini ada – ada saja mintanya ke mama.
  • Habis aku mau melihat mama masturbasi dan main – main sama vibrator
  • Yah sudah kalau itu bisa buat kamu senang, tunggu sebentar mama ke kamar mandi dulu bersih – bersih, sebentar lagi gantian kamu yang bikin mama senang. Mama mau kamu nusuk pantat mama habis sini.

Mama lalu bangkit ke kamar mandi, sementara aku tetap menunggu. Tak lama kemudian mama kembali, sambil berjalan Payudaranya yang besar dan panjang bergoyang², di tangannya dia membawa sebotol baby oil. Baru saja mama menaruh baby oil itu ke meja, aku segera menarik mamaku, dan memangku mamaku.
  • Huuhh...sabar dong yang.
  • Habis mama benar – benar merangsang, Kontol Jhoni sudah nggak tahan nih...
  • Iya...iya...makanya sekarang gantian, kamu yang bikin mama senang.
Akupun mulai mencium mamaku, bibirku dan bibir mama saling memagut dengan liar. Tangankupun tak ketinggalan, kuremas toket mama, sungguh nyaman dan kenyal. Lalu tanganku yang satu lagipun mulai bergerak ke arah selangkangan mama, kulebarkan sedikit kaki mama dengan tanganku, lalu aku mulai memainkan Memek mamaku, sementara kami tetap terus berciuman. Jari tengahku mulai kumasukkan ke lubang Memek mama, kukocok dengan cepat, tanganku yang satu lagi mengangkat tangan mama, bibirkupun segera menuju ke arah toket mama, nampak bulu ketek mama, sungguh amat menggairahkan, segera kuciumi dan kujilati. Puas dengan itu, kumiringkan sedikit badan mama di pangkuanku, mulutkupun segera menuju ke arah Payudara mama, dengan rakusnya kuciumi Payudara mama bergantian kiri dan kanan, putingnya kujilati, kukulum. Mama nampaknya sangat suka saat aku memainkan Payudaranya, badannya menggeliat keenakkan. Jari tengahku pun semakin cepat mengocok lubang Memek mama. Puas dengan permainan itil mama, aku segera mendudukkan mama di sofa. Kedua kakinya segera kukangkangkan selebar mungkin, nampaklah Memek yang sudah memerah karena kumainkan tadi, segera kuarahkan mulutku ke sana, tercium sedikit bau yang enak di hidungku. Mula – mula kujilati dan kuciumi rambut kemaluan mama, lalu lidahkupun segera menyapu dan memainkan seluruh permukaan Memek mama, kusodok–sodok lubangnya dengan ujung lidahku. Dan akhirnya lidahkupun segera bermain–main dengan itil mama. Mama nampak sangat menikmati permainan lidahku pada itilnya. Mendesah–desah dan tangannya meremas–remas rambutku.
  • Yang, kamu jilatin Memek mama sambil tiduran ya, biar mama bisa hisap KoNtoL kamu...
Tentu saja aku tidak menolak tawaran tersebut, segera saja aku menuruti perintahnya. Kini aku sudah berbaring dan mama berada di atasku, menungging dengan posisi membalik, pantatnya menghadap ke mukaku. Segera saja aku jilati Memek dan pantat mama, mamapu tak mau ketinggalan, sebelah tangannya mulai mengocok – ngocok Kontol ku , lalu mama mulai mendekatkan mulutnya ke arah Kontol ku , lidahnya mulai bermain – main dengan kepala Kontol ku, menjilati dengan rakusnya, lalu mulutnya mulai mengulum dan menghisap Kontol ku, sambil tangannya tetap membelai–belai biji pelerku...Oohh nikmat sekali rasanya. Sementar itu lidahku terus memainkan itil mama, tangankupun juga ikut beraksi, jariku bergantian menusuk–nusuk lubang Memek dan pantat mama. Rupanya mama tidak tahan juga dengan kenikmatan yang kuberikan, pantatnya bergoyang – goyang dengan liar, tak lama kemudian tubuhnya mengejang, dan terasa Memeknya menyemburkan cairan hangat, mama orgasme kembali. Hisapan mama di Kontol ku pun semakin panas, aku benar–benar keenakan dengan service mama ini. Puas dengan itu, akupun segera menarik mama, dan merebahkannya di sofa, aku berdiri di atas mama, segera kuarahkan Kontol ku ke Payudara mama, kuletakkan ke tengah Payudara mama, mama paham apa mauku, segera saja tangan mama mengapit kedua Payudaranya yang besar itu, Kontol ku pun kini terjepit dengan kuat di antara belahan Payudara mama yang besar, segera saja kugerakkan pantatku maju mundur, saat kepala Kontol ku maju ke depan, lidah mama tak ketinggalan menjilatinya. Gila...nikmat sekali rasanya Kontol ku dalam jepitan Payudara mama yang besar dan kencang ini. Tak lama kemudian akupun sudah nggak tahan untuk segera memasukkan Kontol ku ke lubang Memek mama.
  • Mama sayang, Kontol ku sudah nggak tahan lagi nih pingin masuk ke sarangnya...
  • He..he...Memek mama juga sudah gatal minta disodok KoNtoL kamu Jhon...!
  • Oke..tapi mama aku pangku ya...
Segera aku duduk, mama pun segera bangkit, dan menuju pangkuanku, kakinya dibuka lebar–lebar, perlahan sambil duduk diarahkannya lubang Memeknya ke arah Kontol ku yang sudah berdiri tegang itu...SLEBBBSSS...ah nikmatnya. Mamapun segera menggoyangkan pantatnya, naik turun, tangankupun mulai meremas – remas dan memainkan Payudara mama. Kuciumi dan kujilati leher dan bibir mama, Mama mengelinjang kegelian. Gerakan mama semakin cepat, memompa Kontol ku dengan kuat, tangankupun tak ketinggalan menggosok – gosok dan memainkan bagian atas Memeknya, Mama menyandarkan kepalanya ke arahku, tangannya terangkat ke atas, terlihat bulu keteknya yang lumayan lebat, kujilati dan kuciumi dengan rakus sekali. Desahan nafas kami makin cepat dan bunyi Kontol ku yang sedang menggarap Memek mama terdengar jelas...Plookk...Plookk...semakin menambah nafsu kami.

  • Arghh....ee..naakk..Jhon
  • Oohhh....terus Jhon, remas Payudara mama...
  • Mama saaaayanngggg kamu...ahhhh
Tidak berapa lama tubuh mama mengejang, nampaknya mama mengalami orgasme lagi, akupun juga merasakan Kontol ku pun sudh berdenyut semakin kuat, segera saja aku ikut menggoyangkan pantatku engan cepat, mata mama kulihat merem melek keenakkan. Croot...Croottt...cairan sperma menyembur dengan kuat di lubang ITIL MEMEK mama, kuremas Payudara mamaku dengan kuat...Aahhh sungguh nikmat yang tiada duanya. Aku dan mama terdiam sesaat, bibir kami berciuman dengan mesra....
  • Enak sayang...?
  • Enak banget ma...mama juga senangkan..?
  • He’eh...istirahat sebentar ya....mama masih mau lagi, tapi kali ini masukkin pantat mama ya.
Mama lalu bangkit dari pangkuanku, mencabut Kontol ku dari Memeknya, nampak spermaku mengalir di pahanya, mama berjalan ke arah dalam. Terdengar suara air di kamar mandi. Tak berapa lama mama kembali membawa handuk dan air minum. Mama memberikan minum kepadaku, lalu mama membersihkan Kontol ku dengan mulut nya, saat itu Kontol ku dalam kondisi setengah ngaceng. Akupun segera berbaring dengan santai. Setelah menyapu Kontol ku mamapun mulai memainkannya, mengelus – ngelus kepala Kontol ku dengan jarinya, membelai biji pelerku, diperlakukan seperti itu, tanpa butuh waktu lama Kontol ku pun bangkit kembali, mamapun mulai memainkan lidah dan mulutnya pada Kontol ku . Untuk urusan oral seks mama sangat hebat, mama tahu titik sensitif pada kepala dan batang Kontol ku , lidahnya akan menjilati dan memainkan wilayah – wilayah sensitif tersebut dengan lembut. Kalau sudah begitu aku hanya bisa merem melek menahan kenikmatan. Jilatan dan hiapan mama semakin cepat kurasakan pada Kontol ku , aku memutuskan untuk diam dulu, menikmati saja, sambil mengumpulkan kembali tenaga. Setelah kurasa cukup nyaman, kutarik mama, mulut mama masih tetap bermain dengan Kontol ku , namun kini pantatnya kembali menghadap mukaku, kali ini yang menjadi sasaran permainan lidahku adalah daerah lubang pantat mama, aku tidak jijik, karena aku tahu, mama sangat telaten merawat dirinya dan juga mama pasti sudah membersihkan daerah tersebut, terlebih bila mama bilang mau melakukan hubungan seks lewat pantat. Kujilati dengan liar daerah tersebut, nampak rambut kemaluan yang halus di sekitarnya, lubang pantat mama kutusuk – tusuk dengan ujung lidahku, perlahan lubang itu mulai membesar, tanganku segera mengambil baby oil yang tersedia, kutuangkan ke wilayah lubang pantat mama, lalu jarikupun pelan – pelan mulai kutusukkan ke lubang pantat mama. Bergantian sambil sesekali kujilati dengan lidahku. Mama menggoyang – goyangkan pantatnya pertanda menikmati, sebagai balasan serviceku yng enak, makin panas saja permainan mulut mama di Kontol ku, kami berdua benar – benar saling berusaha memuaskan dan memberikan kenikmatan. Tidak berapa lama, mama mengatakan sudah nggak tahan lagi mau dimasukkin. Kupun segera saja kembali meneteskan baby oil agak banyak ke daerah lubang pantat mama.
Mamapun segera memposisikan dirinya setengah nungging, kedua tangannya memegang sofa, akupun segera berdiri, Kontol ku siap menyodok pantat mamaku...perlahan aku maju, mula – mula tanganku mulai memegang kedua paha mama, lalu jariku mulai melebarkan lubang pantat mama, kuarahkan Kontol ku secara perlahan, agak sulit sedikit, karena tidak selebar lubang Memek, perlahan tapi pasti kepala Kontol ku mulai menemui arah yang benar...Jleb...mama mulai mendesah, agak meringis, akupun mulai menekankan pantatku ke depan, kini batang Kontol ku pun mulai masuk, mama mulai mendesah, akhirnya Kontol ku pun amblas seluruhnya, segera saja aku mulai memompanya, dengan gerakan maju mundur yang berirama, sementara tanganku bergantian meremas – remas Payudara mama, kurasakan Kontol ku berdenyut nikmat, lubang pantat mama memang tidak seperti lubang Memeknya, Kontol ku terasa dijepit kuat, karena lubang yang sempit, setiap kali Kontol ku maju mundur terasa seperti diremas dan dipijat dengan kuat...ah akupun mulai mempercepat goyanganku....Mama juga menimpali dengan ikut menggoyangkan pantatnya yang besar dan seksi itu, kenikmatan yang kami rasakan sungguh luar biasa. Setelah berapa lama, sambil tetap dengan posisi Kontol ku di dalam lubang pantat, tanpa mencabutnya, aku mulai menarik mama, lalu memutar posisinya, aku segera memeluk mama dari belakang dan perlahan duduk sambil menarik mama ke pangkuanku, kini mama mulai bergerak memainkan pantatnya, Kontol ku terasa nikmat sekali, tanganku mulai meremas – remas Payudara mama.
  • Ma...te..teruuussss...
  • Goyangan mama eennaaakkk...aahhh
  • Maaa...ganti duluuu ya...Jhoni mau masukin Memek maaamaaa....
Mamapun segera mencabut Kontol ku dari lubang pantatnya, dan segera membimbing Kontol ku ke lubang Memeknya yang sudah basah itu. Mama kembali menggoyangkan pinggulnya, akupun juga mulai menaik turunkan pantatku. Plook...plookk....plook....semakin nyaring terdengar suara Kontol ku yang sedang memompa dalam Memek mama yang sudah basah tersebut. Mamaku benar – benar Wanita yang hebat dalam urusan seks, aku benar – benar puas setiap melakukan hubungan seks dengannya. Kembali mama mencium bibirku, sementara aku membelai bulu keteknya, sambil terus memompa Memek mama, lalu mamapun perlahan menaikkan pantatnya, mencabut Kontol ku dari Memeknya, dan dengan cepat memegang batang Kontol ku dan mengarahkannya ke lubang pantatnya...ho..ho...nampaknya belum puas lubang pantatnya disodok...akupun segera memainkan Kontol ku dengan ganas, sambil tetap berciuman, mulut mama mulai mendesah dengan cepat, pantatnya ikut bergoyang mengimbangi setiap sodokan Kontol ku ....Tangan mamapun meraih tanganku, mengarahkannya agar aku memainkan puting susunya, sementara tangan mama yang satu lagi mulai memainkan itilnya. Benar – benar sudah panas mama kali ini. Aku benar – benar menikmati sensasi ini. Kurasakan Kontol ku makin mengeras di dalam lubang pantat mama. Akhirnya aku merasa bahwa aku sudah mau keluar...kupercepat gerakanku...dan...creeet....creeet...spermaku menyiram lubang pantat mama. Aku dan mamapun terkulai lemas. Setelah terdiam beberapa saat, mama segera mencabut Kontol ku dari lubang pantatnya, dan menjilati sisa sperma yang tersisa.
  • Makasih ya Jhon, sudah bikin mama puas.
  • Jhoni juga sama ma
  • Kamu makin pintar saja deh yang.
  • Kan mama yang ngajarin, lagian mama memang cantik dan seksi sih, jadi Jhoni maunya tiap hari masukkin terus, Memek mama enak banget...
  • Ah..merayu terus kamu Jhon.
  • Sudah sekarang kita istirahat dulu Jhon, yuk kita tidur di kamar, nanti malam mama masak yang istimewa buat kamu.
Mamapun bangun dan menuntunku ke kamarnya, lalu kami segera merebahkan diri di tempat tidur, aku cium mamaku, dan mama balas menciumku dengan mesra pula, lalu kami kembali berpelukkan dan tertidur dengan bahagia.

Cukup lama juga aku tertidur, mungkin karena kecapekan, saat aku bangun kulihat mama sudah tidak ada di sampingku, aku pun bangun dan segera menuju kamar mandi mama untuk berih-bersih dan menyegarkan diri. Setelah segar, aku mencari celana pendekku dan memakainya. Aku berjalan keluar dari kamar mamaku. Kucari mamaku, terdengar suara musik dari TV, rupanya mamasedang senam. Aku segera menuju ruang santai. Kulihat mama sedang melakukan senam, Ugh..mama hanya mengenakan Kutang dan CelanaDalam saja, Kutang yang mama kenakan seakan tidak mampu menampung Payudara mama yang besar itu, garis tubuh mama terlihat seksi, mama memang rajin senam dan yoga untuk merawat tubuhnya.
  • Eh..sudah bangun yang.
  • Iya...kok mama nggak bangunin Jhoni sih.
  • Habis mama lihat kamu tidur nyenyak sekali jadi mama biarkan saja.
  • Ma...lapar nih.”
  • Mama belum masak, mama masih senam dan habis ini mau yoga dulu, tapi di meja makan sudah mama siapkan susu dan roti.
  • Huh mama rajin amat senamnya.
  • Kan biar mama tetap seksi, bukannya kamu suka kalau mama makin seksi, sudah kamu makan dulu sana.
Mau tak mau akupun tersenyum, iyalah aku jelas mau dong kalau mama makin seksi. Akupun segera menuju meja makan, duduk dan menyantap susu dan roti. Suara musik penggiring senam mama terdengar dari TV. Setelah selesai makan, aku taruh gelas dan piring ke bak cuci piring, dan kembali ke tempat mama. Akupun duduk sambil memperhatikan mama yang sedang senam dan yoga. Melihat mama yang hanya mengenakan Kutang dan CelanaDalem saja, Kontol ku pun mulai mengeras, terlintas suatu ide nakal di otak ngeresku...
  • Ma...masih lama nggak ?
  • Kenapa yang, masih belum kelarlah mama, memangnya kamu masih lapar..?
  • Nggak sih ma, Jhoni senang sih ngelihat mama lagi latihan senam, biar makin seksi...tapi..
  • Tapi apa Jhon, mama tersenyum...
  • Tapi Jhoni mau mama buka saja kutang dan CelanaDalem nya. Kataku nakal...Mama melihatku sejenak, lalu tertawa
  • Nanti kalau mama senamnya sambil telanjang, bisa nggak selesai dong, yang ada kamu bakalan senamin mama.
  • Yah enggaklah...maksudnya enggak salah lagi gitu, kan itu juga salah mama karena punya bodi terlalu seksi dan panas, sehingga adik Jhoni nggak bisa tenang.
Mama dan aku sama – sama tertawa, lalu mama pun mulai melepas kutang nya, Payudaranya yang besar itu pun seakan meloncat keluar, menggantung dengan indahnya, lalu ia turunkan celana dalam nya, menampakkan rambut kemaluan yang lebat. Glek...walaupun sudah sering melihat dan merasakannya, tapi aku tetap terpesona setiap kali melihat tubuh telanjang mamaku.
  • Gimana...senang?
tanya mamaku. Akupun hanya mengangguk, menggeser kursi agar tepat di hadapan mama, lalu duduk dengan tenang memperhatikan mama, dan mamapun kembali melanjutkan kegiatannya. Payudara mama nampak bergoyang dengan indah saat mama melanjutkan senamnya, bergoyang ke kiri dan kanan, naik turun...wow seksinya, belum lagi bulu keteknya terlihat menggoda. Kontol ku pun mulai kurasakan mengeras di balik celanaku. Tidak berapa lama mama mulai mengikuti gerakan senam di DVD, kini ia pun rebahan di atas karpet, nampaknya kini sampai pada sesi yang dilakukan sambil rebah di lantai. Dari suara yang terdengar di TV, nampaknya untuk menguatkan pinggang dan pinggul. Kulihat rimbunan rambut kemaluannya yang mengundang, lalu mama mengangkat sebelah kakinya, lalu keduanya, terlihat Memeknya yang tebal, ketika mama melebarkan kakinya terlihat lubang Memek dan itil mama, menggairahkan dan menantang sekali. Demikian pula waktu mama mengikuti gerakan dengan posisi menungging, pantatnya menghadapku, terlihat pantatnya yang montok dengan rambut halus disekitar lubang pantatnya, belum lagi melihat belahan Memeknya saat posisi menungging menambah mabuk kepayang pada diriku. Kontol ku pun benar – benar mengeras dan berdenyut, terasa sesak di celana, akupun segera membuka celanaku, biar lebih terasa leluasa. Mama tetap melanjutkan kegiatannya. Akupun mulai mengocok Kontol ku perlahan – lahan, posisi Memek mama benar – benar menghadap ke arahku, gerakan senamnya yang melebarkan kaki, membuat Memek mama semakin menggoda. Aku masih memperhatikan dan mencoba menahan birahiku. Biar bagaimanapun aku senang melihatnya, seperti melihat suatu pertunjukkan saja. Pelan – pelan aku pun mulai turun dari kursi, duduk di ubin, menikmati pemandangan indah di depanku dari jarak dekat....Ah....sudah nggak tahan lagi, segera saja aku dekatkan mulutku ke arah Memek mama. Tanpa basa basi segera kuciumi..
  • Ah..Jhoni, mama belum kelar nih senamnya. Protes mamaku
  • Nanti saja ma dilanjuti, Jhoni benar – benar terangsang. Memek mama benar – benar menggoda.
Akupun mulai menjilati dan menciumi rambut kemaluan dan Memek mamaku dengan buasnya, kujilati semua permukaan Memek mamaku dengan liarnya. Mamapun hanya bisa pasrah dan menikmati seranganku, kakinya semakin dibuka dengan lebar. Kali ini aku bertekad untuk meng-Oral Memek mamaku dengan sebaik mungkin, benar – benar terangsang aku melihat mama mengangkangkan Memeknya mengikuti gerakan senam tadi. Segera saja kuarahkan lidahku ke itil mama, kumainkan dan kuputar – putar ujung lidahku dengan cepat pada itil mama, mamaku mendesah dan menggoyangkan pinggulnya, kedua kakinya kini bergantung di bahuku. Desahan mama semakin kuat dan sering, kumainkan lidahku, kujilat pula lubang Memeknya, lal kenbali ke itilnya. Jarikupun tak ketinggalan beraksi, kutusukkan jari tengahku ke lubang Memeknya, mama makin merasa nikmat dengan permainan lidahku dan juga sodokan jatiku pada lubang Memeknaya, tangannya pun meremas – remas dan menjambak rambutku. Sesekali tangan mama memainkan Payudaranya, menghisap putingnya. Cukup lama aku menggarap Memek mamaku dengan lidah dan jariku, Memek mama semakin basah, desahannya semakin liar, akhirnya mamapun menggelepar, terasa Memeknya menyiramkan cairan hangat. Aku berhenti sebentar, membiarkan mama menikmati orgasmenya dan beristirahat sebentar.
Lalu aku bangkit dan segera duduk di sofa.

Kontol ku mengacung keras, melihat mama yang terbaring di karpet, dengan posisi kaki mengangkang memperlihatkan Memeknya yang merah sehabis aku mainin. Tak lama mamapun bangun dan menghampiriku. Tangannya yang halus segera memegang kontilku, mengelus dan mengocoknya, tak lama lidahya mulai menari – nari di atas kepala Kontol ku , tangannyapun semakin cepat mengocok batang Kontol ku . Nikmat sekali rasanya. Sepertinya mama berusaha membalas kenikmatan yang kuberikan tadi. Mulut mamapun kini mulai mengulum Kontol ku , mula – mula hanya setengahnya saja, lalu bleb...seluruh Kontol ku pun dikulumnya, Awww....mama enak sekali rasanya. Mataku merem melek merasakan kenikmatan Oral dari mama. Lama juga mama bermain dengan Kontol ku , setelah aku merasa puas, aku segera menahan gerakan kepala mama dengan lembut. Aku berdiri, mama kini berhadapan di depanku, aku dorong mama dengan perlahan, kupepetkan badannya ke tembok. Aku ciumi bibirnya, Payudaranya, sementara jariku menusuk lubang Memeknya. Mamapun membalas ciumanku dengan gairah yang panas pula.

Tanpa menunda – nunda lagi, tanganku segera mengangkat dan memegang sebelah kaki mama, kini mama berdiri dengan sebelah kaki dan badan menempel tembok.Segera kuarahkan Kontol ku ke lubang Memeknya yang nikmat. Kupompa dengan cepat dan sedalam mungkin, mamapun semakin bergairah. Terus kuciumi bibirnya, kulumat dengan birahi yang panas. Lidah kami berpagutan dengan liarnya. Makin kutekan mama ke tembok, kini kedua tangan mama mulai memeluk leherku, aku juga memeluk dan menahan pundak mama dengan kedua tanganku. Dalam satu gerakan mama mengangkat kakinya yang satulagi, dan kedua kakinya kini mengapit erat di pantatku. Kini mama benar – benar brgantung sambil memelukku, Guna menyeimbangkan aku makin merapatkan mama ke tembok. Gerakan Kontol ku dalam Memek mamapun semakin cepat, karena posisi mama saat ini benar – benar membuat Kontol ku terasa nikmat, rasanya seperti dijepit dan diremas dengan kuat. Ciuman kami makin panas, Payudara mama yang besar terasa enak sekali menempel dengn kuat di dadaku.
  • Aahhh...Jhon...gila kamu...mama benar – benar enaaaakkkk nih.
  • Teee...russss Jhon..
  • Aaawww...sodokan kamu gaanaaassss benar...Ooohhhhhh.
  • Jhon...Ooohhh...Ahhhhhh
Kurasakan tangan mama makin kencang memeluk tubuhku, tak berapa lama mama mengerjang, dari lubang Memeknya kurasakan semburan cairan hangat. Mama orgasme lagi, tampak lemas dan bahagia. Tapi aku tetap meneruskan sodokanku, mama setengah menjerit dan mendesah menahan kenikmatan yang kuberikan pada Memeknya, matanya merem melek dengan ekspresi wajah yang makin membuat aku terangsang. Akupun berhenti sebentar, sambil tetap dalam posisi Kontol ku di dalam Memek mama dan mama menggantung memelukku, aku segera menuju kamar mama, segera saja mama kurebahkan, kini aku di atas mama, mama mengangkat dan melebarkan kedua kakinya, semakin memberikan jalan kenikmatan pada Kontol ku. Aku segera memompa Memek mama. Tanganku kembali memainkan dan meremas – remas Payudaranya. Semakin cepat sodokanku, semakin kencang pula Payudara mama bergoyang, makin membuat aku bernafsu. Kuarahkan mulutku ke Payudara mama, kuciumi dan kucupang kedua Payudara mama, terlihat merah bekas kedua cupanganku di Payudaranya. Lalu lidahku menjilati leher mama. Mama menggeliat kegelian, Kontol ku pun makin cepat bergerak di dalam lubang Memek mama yang nikmat. Mama benar – benar meikmati setiap pompaan Kontol ku . Tak berapa lama mama, mendesah dengan kuat, tubuhnya kembali bergetar. Pinggulnya agak terangkat saat Memeknya kembali memuncratkan orgasmenya. Setengah terpejam karena kenikmatan terlihat di wajah mamaku. Namun ekspresi wajah mama justru semakin merangsang birahiku. Aku tetap memompa Kontol ku , pinggul mama bergoyang makin liar mengimbangi sodokanku. Aku merasakan sedikit lagi akan mengalami klimaks, maka aku segera memeluk amaku, seiring sodokan terakhir kurasakan spermaku muncrat dengan kuat menyiram liang Memek mama. Aku terkulai lemas, menindih mamaku, keringat kami menyatu. Kuciumin mamaku, lalu aku segera berbaring di sampingnya. Lemas dan bahagia.
  • Jhon..mama benar–benar kewalahan, tapi mama senang.
  • Mama tidak butuh yang lain, karena ada kamu yang bisa membahagiakan mama.
  • Jhon juga mencintai mama, rasanya nggak ada Wanita yang bisa menandingi mama.
  • Jhon...Jhon.., mama senang mendengarnya, mama juga puas sama kamu, tapi mama mau kamu tahu, mama juga nggak mau mengekang kamu, selama kamu senang dan bisa membuat kamu puas, mama bahagia memberikan tubuh mama. Tapi mama tidak mau kamu terpaku sama mama, kamu harus mencari pendamping hidup kamu. Jalan kamu masih panjang sayang, sekarang mungkin kita sedang menikmati kebahagiaan ini. Tapi nantinya mama pasti akan rela melepas kamu bila kamu sudah menemukan pendampingmu.”
Aku hanya terdiam, memandangi mama. Mama benar – benar menyayangi aku, aku juga menyayanginya. Lalu akupun mencium keningnya, dan memeluknya.
  • Terimakasih ma, mama sungguh baik sama Jhoni, mama sudah memberikan segalanya pada Jhoni, mengajari segalanya, memberikan tubuh mama yang indah, saat ini hanya mama yang Jhoni inginkan dan sayangi, namun bila saatnya tiba Jhoni pasti akan bilang ke mama, dan tetap sayang sama mama. Jhoni selamanya akan sayang dan cinta mama, Jhoni tak akan lupa semuanya, kasih sayang, cinta dan pengalaman indah yang mama berikan.
Mama lalu menciumku, dan memelukku. Lama kami berpelukkan, lalu aku mengajak mama untuk mandi, membersihkan peluh yang ada juga menyegarkan diri. Aku lalu bangun dan membopong tubuh mama ke kamar mandi, kunyalakan shower, kusiram tubuh mama dengan air yang segar. Kuambil sabun, kusabuni tubuh mama, kuusap sabun pada Payudara mama yang besar, semakin seksi saja terlihat, lama aku menyabuni dan bermain dengan Payudara mama yang indah. Lalu aku sabuni selangkangan mama, kusabuni rambut kemaluan mama yang lebat, lalu Memek mama. Kuusap dengan lembut sabun pada seluruh permukaan dan lubang Memek mama. Lalu mama gantian menyabuni aku, mengusap dan membersihkan badanku, lalu menyabuni dan mengocok Kontol ku dengan sabun. Setelah membilas bersih, mama lalu kembali memberikan hisapan yang nikmat pada Kontol ku . Aku lalu kembali menyetubuhi mama di kamar mandi.

Begitulah kini kehidupan yang kujalani dengan mama, hari – hari yang kami lewati kami lalui dengan seks yang panas dan membara setiap ada kesempatan. Kami tidak pernah merasa bosan dan terpuaskan. Setiap kali melakukan kami merasakan kenikmatan dan kebahagiaan serta pengalaman baru. Mama benar – benar telah memberikan pengalaman pertama yang berharga dan akan selalu menempati tempat yang special dalam hatiku. Sementara mama sendiri telah mendapatkan kembali gairah seksnya yang hilang lewat diriku tanpa perlu takut akan kecewa dikhianati atau disakiti. Kami tidak merasa telah melanggar garis, tidak pula merasa benar atau salah, semua itu cukup menjadi mlik kami saja, karena kami sama – sama menyayangi, mencintai dan membutuhkan, kami melakukan bersama, tanpa ada orang lain yang dirugikan, jadi semuanya adalah kebahagiaan, kenikmatan dan tanggung jawab kami.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar